Nabire, 29 November 2025 – Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. mengungkapkan bahwa sekitar pukul 15.30 WIT terjadi aksi konvoi oleh sejumlah wisudawan STAK Tanah Merah. Dari total sekitar 280 wisudawan, sekitar 20–30 orang dilaporkan memisahkan diri dan melakukan konvoi sambil membentangkan bendera Bintang Kejora menggunakan sepeda motor.
Konvoi dimulai dari Tanah Merah dan melintasi Bumi Wonorejo, Pasar Karang, hingga berbelok ke Jalan Ampera Auri sambil meneriakkan yel-yel provokatif. Pada saat yang bersamaan, Polres Nabire sedang menggelar rapat koordinasi pengamanan menghadapi agenda Kamtibmas 1 Desember, 10 Desember, dan 14 Desember.
Menerima laporan dari lapangan, Kapolres langsung memerintahkan anggota untuk melakukan pemblokiran di sekitar Jalan Auri. Saat upaya penghalauan dilakukan, seorang anggota polisi ditabrak oleh salah satu peserta konvoi hingga terlempar dan pingsan. Pelaku yang menabrak pun ikut terjatuh dan kembali tertabrak oleh rombongan di belakangnya, menyebabkan luka pada bagian kepala.
“Pelaku kami amankan. Saat diamankan, ia sempat melawan dan terindikasi dalam pengaruh minuman keras. Di lokasi juga ditemukan sebilah pisau,” jelas Kapolres.
Pelaku kemudian dibawa ke Polres bersama dua perempuan lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Baik pelaku maupun anggota yang ditabrak dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan. Namun setelah dirawat, pelaku mengalami penurunan kesadaran dan segera dirujuk ke rumah sakit. Dalam perjalanan menuju RS, kondisinya memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat pertolongan medis.
“Kami sangat berduka. Seharusnya acara syukuran wisuda dilaksanakan dengan hikmat, tetapi kenapa harus terjadi seperti ini hingga menimbulkan korban jiwa,” ujar Kapolres.
Kapolres menegaskan bahwa konvoi ugal-ugalan serta pembentangan bendera Bintang Kejora merupakan tindakan melanggar hukum dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Ia meminta semua pihak agar tidak mempolitisasi kejadian tersebut.
Perwakilan DPR Papua Tengah, Harol Gobai, S.Th., dari Komisi V turut mendatangi Polres untuk mendengar langsung kronologi kejadian. Ia menyampaikan duka cita mendalam dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar insiden serupa tidak terulang.
Hingga kini, identitas korban meninggal masih dalam pendalaman. Polisi juga memeriksa pihak yang diamankan untuk memastikan apakah mereka merupakan bagian dari wisudawan atau simpatisan yang ikut meramaikan. Jika hanya ikut serta tanpa keterlibatan langsung, mereka akan dipulangkan setelah membuat surat pernyataan. Namun bagi yang terbukti terlibat dalam pembentangan bendera atau aksi provokatif, penyelidikan akan dilanjutkan.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, tidak terprovokasi oleh informasi simpang siur, dan datang langsung ke Polres jika membutuhkan klarifikasi.
“Atas nama Kapolda, jajaran, dan seluruh anggota Polres Nabire, kami turut berduka cita dan menyesalkan kejadian ini,” pungkas Kapolres.