Dogiyai, 18 Juli 2025 – Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Lembah Hijau Kamuu (FK-PMLHK) melalui Panitia Peduli Kampung 2025 menggelar sosialisasi bertema “Ekonomi Kerakyatan dan Revitalisasi Ekonomi Rakyat, Dari Dogiyai untuk Dogiyai” pada 18 Juli 2025 di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Sosialisasi ini menyoroti pentingnya pengembangan kembali potensi peternakan lokal yang selama ini telah terabaikan. Kabupaten Dogiyai, yang dahulu dikenal memiliki potensi besar di bidang peternakan seperti sapi, babi, ayam kampung, bebek, dan kelinci, kini dinilai mengalami kemunduran setelah berstatus sebagai kabupaten.
Mahasiswa asal Dogiyai pun tergerak untuk mengedukasi masyarakat, khususnya mengenai budidaya kelinci sebagai bagian dari upaya revitalisasi ekonomi kerakyatan di kampung-kampung.
Salah satu peternak kelinci yang aktif hingga saat ini adalah Petrus Tebai, warga Kampung Mauwa, Desa Dikiyouwo. Meski tidak menempuh pendidikan formal, ia memperoleh pengetahuan dari lulusan Sekolah Pertanian Lapangan (SPL) di Moanemani.
Menurut Tebai, memelihara kelinci tidaklah sulit. Kebutuhan dasarnya adalah kandang dan pakan seperti daun ubi, rumput, dan ubi jalar. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kekeringan pakan, serta menyediakan tempat tidur dan makan yang layak bagi kelinci.
Harga jual kelinci cukup terjangkau, yakni Rp150 ribu per ekor atau Rp300 ribu untuk sepasang. Hingga saat ini, ia masih aktif beternak dan siap menjual kelinci kepada masyarakat yang berminat. Lokasinya berada di Kampung Mauwa, tidak jauh dari jalan raya Dogiyai-Deiyai-Paniai, hanya sekitar 40 meter dari jalan utama.
Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi awal kebangkitan kembali sektor peternakan rakyat di Dogiyai sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.