Nabire, 24,Juni 2025 – Siapa sangka, impian sederhana sepasang suami istri di pelosok Desa Nifasi akhirnya jadi kenyataan. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan dan menumpang, mereka kini memiliki rumah sendiri—dan semuanya berkat program CSR dari sebuah perusahaan tambang!
Yuliana Manuaron, seorang ibu rumah tangga sederhana, tak kuasa menahan air mata saat menerima kunci rumah barunya. Bersama sang suami yang bekerja sebagai buruh lepas, mereka kini menempati rumah tipe 57 berwarna hijau, lengkap dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
“Puji Tuhan, terima kasih banyak kepada PT Kristalin Ekalestari. Saya sangat bersyukur karena selama ini kami belum punya rumah sendiri,” ujar Yuliana dengan suara bergetar.
Rumah itu bukan sekadar bangunan—melainkan simbol harapan baru. Dibangun semi permanen dan berdiri kokoh di tanah Nifasi, rumah ini menjadi bukti nyata kepedulian PT Kristalin Ekalestari terhadap warga sekitar lokasi tambang.
Maria Erari, perwakilan perusahaan, menegaskan bahwa bantuan ini bukan proyek pencitraan semata. Program ini adalah bentuk tanggung jawab nyata terhadap masyarakat lokal, dengan pendataan yang akurat dan rekomendasi langsung dari tokoh adat setempat.
“Kami ingin kehadiran kami membawa perubahan nyata. Desa Nifasi sekarang ibarat wanita cantik yang terus dirawat dan dibangun,” kata Maria menggambarkan transformasi desa berkat kontribusi perusahaan.
Tak hanya membangun rumah, PT Kristalin Ekalestari juga menggulirkan berbagai program sosial lainnya. Mulai dari renovasi rumah tak layak huni, pembangunan gereja, bantuan pendidikan dan sembako, hingga pengadaan kendaraan untuk masyarakat dan rumah ibadah.
Bahkan, mereka ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengembangkan potensi wisata alam Sungai Musairo—menjadikan wilayah ini bukan hanya layak huni, tapi juga layak dikunjungi!
Di tengah banyaknya kisah sedih dari pelosok negeri, cerita haru dari Desa Nifasi ini seolah memberi angin segar. Ketika perusahaan tak hanya mencari untung, tapi juga membangun masa depan—harapan pun kembali tumbuh di tanah Papua.